Cara Mudah Mengenali Setan
Jika dalam berperangan kita tidak mengenal musuh dan juga tidak
tahu strategi yang digunakannya, rasanya sangat sulit bagi kita untuk
memenangkan peperangan tersebut. Demikian juga jika kita berperang
melawan setan, kalau kita tidak mengenal siapa setan dan apa strategi
yang biasa digunakannya kita akan sering kalah menghadapi dia. Materi
ini akan mempermudah kita mengenal siapa setan dan apa strategi yang
bisa dia gunakan dalam menggoda manusia.
Allah berfirman :
“Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuhmu, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (QS Fathir:6)”.
Allah dengan jelas menginformasikan bahwa setan adalah musuh kita, informasi ini datang dari Allah dzat yang maha suci yang setiap perkataannya pasti benar. Pertanyaannya mengapa kita sering kalah oleh setan? Apakah kita lebih bodoh atau lebih lemah dari setan…? Tidak !
Tulisan ini tidak membahas bagaimana mendapat ilmu tentang setan apalagi ilmu yang bersifat mistis. Tulisan ini semata-mata dimaksudkan agar kita dapat mengetahui dengan mudah hakekat musuh kita (setan) dan strategi yang biasa digunakannya. Bagaimana mungkin kita bisa mengalahkan musuh kalau kita tidak mengenalnya, bagaimana kita bisa menang melawan setan kalau kita tidak bisa melihatnya, bagaiman mungkin kita bisa menang jika kita tidak tahu strategi yang biasa digunakannya, padahal Allah berfirman bahwa syaitan itu musuh yang nyata bagi manusia.
“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan karena sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu (QS 2:168).
Setelah membaca tulisan ini diharapkan kita mudah mengenal dan melihat setan dankita lebih mudah mengalahkannya. Dengan mengenal musuh, maka 90 persen kemenangan ada ditangan kita. Dengan demikian kita akan menjadi hamba yang lebih mudah TAAT kepada Allah dan RasulNya.
a. Mengenali setan
Pada umumnya orang awam mempersepsikan setan sebagai mahluk halus sebangsa Jin yang berada di tempat-tempat gelap, di tempat sunyi senyap, di kuburan, di rumah kuno yang kosong, di gua-gua yang menyeramkan, di kamar jenazah, dll. Setan dipersepsikan dalam bentuknya yang seram, menakutkan, menjijikkan. Bahkan wujud setan sering digambarkan sebagai kunti lanak, gendurwo, pocong, bayangan yang bergerak aneh dll. Tapi apakah benar setan ini seperti yang dipersepsikan sebagian besar manusia seperti di atas….?
Untuk mengenal siapa setan itu mari kita menggunakan akal dan qalbu kita untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:
Setan adalah Jin dan Manusia yang menghasut agar aku melanggar perintah Allah dan RasulNya. Setan bukan mahluk tapi julukan.
Sengaja digunakan kata AKU agar setelah memahami dan menyadari siapa setan itu, kesadaran ini dapat digunakan untuk AKU, bukan untuk orang lain, karena AKUlah yang butuh taat kepada Allah dan RasulNya.
Untuk lebih mempermudah memahami siapakah setan itu, kita harus dapat membedakan secara jelas antara mahluk dan julukan:
Allah berfirman dalam Surat Annas: Aku berlindung kepada tuhannya manusia, rajanya manusia, sembahan manusia, dari bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikan kejahatan dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.
Berdasarkan uraian diatas, apakah setan itu nyata atau tidak nyata…?
Allah SWT menegaskan dalam Al Qur’an (2:168, 2:208, 6:142, 7:22, 12:5, 17:53, 36:60, 43:62) sebagai berikut:
“….SESUNGGUHNYA SETAN ITU MUSUH YANG NYATA BAGIMU…”
Sekali lagi setan bukanlah mahluk halus layaknya Malaikat dan Jin, tetapi Setan adalah setiap yang menghasut agar kita membangkang pada Allah dan RasulNya.
Adapun wujud mahluk penghasut ini bisa manusia bisa juga jin. Setan dalam wujud manusia bisa dibedakan menjadi dua:
Surat Al A’raf 17: “………… pasti aku (setan) akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka ……”
Surat Annur 21: ”sesungguhnya setan menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar”
Surat Al A’raf 20: “……….. kemudian setan membisikan fikiran jahat kepada mereka ………”
Jadi kata kuncinya adalah “MENGHASUT” atau MEMBISIKAN untuk berbuat jahat. Jadi setiap yang menghasut adalah setan.
Setelah membaca urain diatas, bisakah kita melihat setan yang menurut Allah adalah musuh yang nyata….? Ternyata wujud setan itu sunggh nyata dan kita bisa melihat tampilannya.
Untuk setan dalam bentuk jin tentunya hanya terlihat nyata oleh yang mendalami ilmi-ilmu mistis. Kita tidak mempelajari ilmu itu karena tidak ada manfaatnya dan tidak menambah ketaatan kita kepada Allah SWT.
Tampilan wujud setan bisa berbentuk
Sekarang jelaslah sudah, kapan kita harus menggunakan senjata taawudz “aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk” yaitu pada saat ada hasutan untuk tidak taat kepada Allah dan Rasulnya baik itu dari teman, saudara, anak, orang tua dll.
Kita menyadarai bahwa umur manusia sudah ditentukan Allah, tapi waktunya tidak diketahui dengan pasti. Oleh karena itu kita perlu merenung tentang hal-hal dibawah ini, sadari….
Karena ajal sudah ditentukan waktunya, maka AKU ingin mati sebagai seorang muslim, bukan sebagai setan!
Proses Menuju DBAS
dihalangi oleh S E T A N
Sudut pandang 1: Bapak ini meninggal karena penyakit diabetesnya sudah akut dan komplikasi
Sudut pandang 2: Kasihan betul anak-anaknya masih kecil sudah ditinggal bapaknya
Sudut pandang 3: Bapak ini meninggal, sementara angsuran rumahnya belum lunas, siapa yang bayar
Sudut pandang 4: Sekarang Bapak ini yang meninggal, akupun juga akan seperti bapak ini. Apakah bekalku sudah cukup untuk menghadap kepadaNya?
Dari satu kejadiaan di atas, tentu masih banyak sudutpandang-sudutpandang yang lain, jika kita membatasi empat sudut pandang saja, maka sudut pandang satu (1) sampai dengan tiga (3) bukan sudut pandang yang qur’ani, kecuali sudut pandang yang ke empat (4) yang qur’ani.
Setan akan menghasut agar dalam setiap kejadian manusia tidak memandang dari sudut pandang Al qur’an. Setan akan mempersilahkan menggunakan sudutpandang apa saja asal bukan sudut pandang Al Qur’an.
Berikut beberapa contoh hasutan setan dan sudut pandang yang qur’ani
Kekuatan Alqur’an itu sangat dahsyat sebagaimana penegasan sang maha pencipta “ ….Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-2 dapat diguncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara,(itulah Al Qur’an) ……….”
Sementara kemampuan setan hanya satu yaitu “MENGHASUT” dia hanya punya satu jurus, sangat tidak sebanding dengan kekuatan Al Qur’an yang sangat dahsyat.
Tapi mengapa kita sering kalah oleh hasutan setan padahal kita punya Al Qur’an…?
Karena selama ini kita tidak bisa melihat musuh kita (setan) akibat persepsi kita tentang setan keliru. Selama ini kita mempersepsikan setan sebagai mahluk halus yang tidak bisa dilihat. Padahal setan berkeliaran disekitar kita yang bisa dilihat dengan sangat nyata bahkan setan ada dalam diri kita yang dapat secara nyata pula dirasakan oleh kita.
Setan selalu menghalangi agar persepsi/sudut pandang qur’ani tidak kita gunakan dalam memandang setiap kejadian/peristiwa. Dengan demikian tujuan Dunia Bahagia dan Akhirst Surga sulit kita raih.
Subhanallah Allah memang telah berfirman “….. setan itu musuh yang nyata bagimu…..”.
Semoga kita dapat dengan mudah mengalahkan setan
Salam
Oleh: Efsi
Sumber : Mutiara Tauhid – materi tafakuran
Allah berfirman :
“Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuhmu, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (QS Fathir:6)”.
Allah dengan jelas menginformasikan bahwa setan adalah musuh kita, informasi ini datang dari Allah dzat yang maha suci yang setiap perkataannya pasti benar. Pertanyaannya mengapa kita sering kalah oleh setan? Apakah kita lebih bodoh atau lebih lemah dari setan…? Tidak !
Tulisan ini tidak membahas bagaimana mendapat ilmu tentang setan apalagi ilmu yang bersifat mistis. Tulisan ini semata-mata dimaksudkan agar kita dapat mengetahui dengan mudah hakekat musuh kita (setan) dan strategi yang biasa digunakannya. Bagaimana mungkin kita bisa mengalahkan musuh kalau kita tidak mengenalnya, bagaimana kita bisa menang melawan setan kalau kita tidak bisa melihatnya, bagaiman mungkin kita bisa menang jika kita tidak tahu strategi yang biasa digunakannya, padahal Allah berfirman bahwa syaitan itu musuh yang nyata bagi manusia.
“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan karena sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu (QS 2:168).
Setelah membaca tulisan ini diharapkan kita mudah mengenal dan melihat setan dankita lebih mudah mengalahkannya. Dengan mengenal musuh, maka 90 persen kemenangan ada ditangan kita. Dengan demikian kita akan menjadi hamba yang lebih mudah TAAT kepada Allah dan RasulNya.
a. Mengenali setan
Pada umumnya orang awam mempersepsikan setan sebagai mahluk halus sebangsa Jin yang berada di tempat-tempat gelap, di tempat sunyi senyap, di kuburan, di rumah kuno yang kosong, di gua-gua yang menyeramkan, di kamar jenazah, dll. Setan dipersepsikan dalam bentuknya yang seram, menakutkan, menjijikkan. Bahkan wujud setan sering digambarkan sebagai kunti lanak, gendurwo, pocong, bayangan yang bergerak aneh dll. Tapi apakah benar setan ini seperti yang dipersepsikan sebagian besar manusia seperti di atas….?
Untuk mengenal siapa setan itu mari kita menggunakan akal dan qalbu kita untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:
- Siapakah setan itu? Benarkah setan itu sejenis mahluk halus yang diciptakan Allah sebagaimana malaikat dan jin?
- Kalau hal ini benar, pertanyaan berikutnya dari bahan apakah setan itu diciptakan? Kalau Malaikat dibuat dari Cahaya, Manusia dibuat dari tanah dan Jin dibuat dari api, maka setan dibuat dari…????
- Bila setan itu sejenis mahluk halus seperti Jin, lalu apa tugas yang diberikan Allah kepadanya? Karena setiap mahluk pasti diberi tugas oleh Allah. Kalau tugas manusia dan jin adalah mengabdi (ibadah) sedangkan tugas malaikat bermacam-macam dan berbeda-beda untuk setiap malaikat. Lalau sekali lagi apa tugas setan….?
- Mungkin ada yang menjawab : Tugas yang diberikan Allah kepada setan adalah menggoda
- Kalau menggoda merupakan tugas yang Allah berikan kepada setan, berarti jika tugas tersebut berhasil dilaksanakan dengan baik (oleh setan), dimanakah setan kelak tempatnya, di surga atau di neraka?
- Kalau betul Allah menugaskan setan untuk melakukan kejahatan dengan cara mengoda manusia, apa mungkin dzat yang maha suci (Allah) berbuat seperti itu?
- Kalau Malaikat dibuat dari cahaya, Jin dibuat dari api, manusia dari tanah, lalu setan dibuat dari apa…? Sementara setiap mahluk diciptakan Allah dari “bahan” yang berbeda-beda. Jadi apakah setan itu mahluk…? dari bahannya saja tidak diketahui, padahal setiap mahluk jelas bahannya.
- Kalau Allah memberi tugas setan untuk menggoda manusia, berarti kalau setan berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik maka seharusnya dia dimasukkan kedalam surganya Allah karena dia telah melaksanakan tugas Allah SWT, padahal di dalam Surga tidak ada setan.
- Kalau Allah memberi tugas setan agar menggoda manusia, rasanya tidak mungkin…Allah dzat yang maha suci, maha penyayang, maha pemelihara memberikan tugas sejahat itu ? Pasti tidak mungkin Dia mendzolimi manusia karena Dia tidak pernah berbuat keji.
Setan adalah Jin dan Manusia yang menghasut agar aku melanggar perintah Allah dan RasulNya. Setan bukan mahluk tapi julukan.
Sengaja digunakan kata AKU agar setelah memahami dan menyadari siapa setan itu, kesadaran ini dapat digunakan untuk AKU, bukan untuk orang lain, karena AKUlah yang butuh taat kepada Allah dan RasulNya.
Untuk lebih mempermudah memahami siapakah setan itu, kita harus dapat membedakan secara jelas antara mahluk dan julukan:
- Mahluk : Malaikat, Jin, Manusia
- Julukan: Murtad, musyrik, kafir, iblis, setan.
Allah berfirman dalam Surat Annas: Aku berlindung kepada tuhannya manusia, rajanya manusia, sembahan manusia, dari bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikan kejahatan dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.
Berdasarkan uraian diatas, apakah setan itu nyata atau tidak nyata…?
Allah SWT menegaskan dalam Al Qur’an (2:168, 2:208, 6:142, 7:22, 12:5, 17:53, 36:60, 43:62) sebagai berikut:
“….SESUNGGUHNYA SETAN ITU MUSUH YANG NYATA BAGIMU…”
Sekali lagi setan bukanlah mahluk halus layaknya Malaikat dan Jin, tetapi Setan adalah setiap yang menghasut agar kita membangkang pada Allah dan RasulNya.
Adapun wujud mahluk penghasut ini bisa manusia bisa juga jin. Setan dalam wujud manusia bisa dibedakan menjadi dua:
- Setan yang berasal dari manusia lain
- Setan yang merupakan perwujudan dari nafsu jelek yang ada pada setiap diri manusia
Surat Al A’raf 17: “………… pasti aku (setan) akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka ……”
Surat Annur 21: ”sesungguhnya setan menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar”
Surat Al A’raf 20: “……….. kemudian setan membisikan fikiran jahat kepada mereka ………”
Jadi kata kuncinya adalah “MENGHASUT” atau MEMBISIKAN untuk berbuat jahat. Jadi setiap yang menghasut adalah setan.
Setelah membaca urain diatas, bisakah kita melihat setan yang menurut Allah adalah musuh yang nyata….? Ternyata wujud setan itu sunggh nyata dan kita bisa melihat tampilannya.
Untuk setan dalam bentuk jin tentunya hanya terlihat nyata oleh yang mendalami ilmi-ilmu mistis. Kita tidak mempelajari ilmu itu karena tidak ada manfaatnya dan tidak menambah ketaatan kita kepada Allah SWT.
Tampilan wujud setan bisa berbentuk
- Suami/isteri/anak
- Mertua/menantu
- Teman, tetangga
- Ayah/ibu
- Atasan/bawahan dikantor
- Dan lain-lain
Sekarang jelaslah sudah, kapan kita harus menggunakan senjata taawudz “aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk” yaitu pada saat ada hasutan untuk tidak taat kepada Allah dan Rasulnya baik itu dari teman, saudara, anak, orang tua dll.
Kita menyadarai bahwa umur manusia sudah ditentukan Allah, tapi waktunya tidak diketahui dengan pasti. Oleh karena itu kita perlu merenung tentang hal-hal dibawah ini, sadari….
- Bila seorang suami sedang menghasut agar isterinya tidak pergi ke pengajian lalu dia mendadak mati kena serangan jantung, siapakah yang mati itu…? Manusia ataukah setan?
- Jika seorang isteri menghasut agar suaminya menerima uang haram kemudian tiba-tiba mati mendadak, siapakah yang mati? Manusia atau setan…?
- Jika seseorang sedang marah-marah, sedang sombong, sedang bergunjing, sedang mendzolimi orang lain, sedang bermaksiat kemudian secara tiba-tiba dia mati, siapakah yang mati..? Manusia atau setan..?
- Jika AKU sedang bergunjing, berbuat maksiat, berjudi, mendzolimi orang lain atau diri sendiri kemudian secara mendadak tiba-tiba AKU mati, siapakah AKU? manusia atau setan…?
Karena ajal sudah ditentukan waktunya, maka AKU ingin mati sebagai seorang muslim, bukan sebagai setan!
- Dimanakah keberadaan setan
- Sebagai musuh, setan tentu akan menghalangi manusia untuk mencapai tujuannya.
- Tujuan yang ingin dicapai manusia adalah “fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah” atau dengan bahasa yang lebih mudah Dunia Bahagia, Akhirat Surga (DBAS)
- Satu-satunya cara untuk mencapai DBAS adalah TAAT kepada atuaran main Allah/ Al Qur’an (QS 2:38)
- Satu-satunya cara untuk lebih mudah taat kepada Allah adalah tafakur (berfikir dengan akal dan qalbu tentang kemaha sempurnaan Allah)
Proses Menuju DBAS
|
DBAS
|
|
AL QUR’AN
|
|
MANUSIA(butuh taat kpd Al Qur’an)
|
- Setiap Kejadian Mempunyai Banyak Sudut Pandang
Sudut pandang 1: Bapak ini meninggal karena penyakit diabetesnya sudah akut dan komplikasi
Sudut pandang 2: Kasihan betul anak-anaknya masih kecil sudah ditinggal bapaknya
Sudut pandang 3: Bapak ini meninggal, sementara angsuran rumahnya belum lunas, siapa yang bayar
Sudut pandang 4: Sekarang Bapak ini yang meninggal, akupun juga akan seperti bapak ini. Apakah bekalku sudah cukup untuk menghadap kepadaNya?
Dari satu kejadiaan di atas, tentu masih banyak sudutpandang-sudutpandang yang lain, jika kita membatasi empat sudut pandang saja, maka sudut pandang satu (1) sampai dengan tiga (3) bukan sudut pandang yang qur’ani, kecuali sudut pandang yang ke empat (4) yang qur’ani.
Setan akan menghasut agar dalam setiap kejadian manusia tidak memandang dari sudut pandang Al qur’an. Setan akan mempersilahkan menggunakan sudutpandang apa saja asal bukan sudut pandang Al Qur’an.
Berikut beberapa contoh hasutan setan dan sudut pandang yang qur’ani
| Peristiwa | Hasutan Setan | Sudut Pandang Al Qur’an |
|
Itu kamu lagi apes/sial, bukan sebagai penghapus dosa. Akibatnya kita menjadi setres dan tidak mungkin ikhlas | Musibah itu atas ijin Allah, dari Allah tidak ada yang buruk, ini penghapus dosa, maka dia ikhlas dan tetap bisa bahagia |
|
Coba tengok, dengan kedzoliman ini berapa besar kerugian yang kamu alami. Lalu dia marah dan mengamuk karena merasa dirugikan. Pastilah kita tidak bisa sabar | Didzolimi mendapat transfer pahala, yang rugi adalah yang mendzolimi. Dengan kedzoliman ini aku mendapat pahala gratisan. Allah itu maha adil dan tidak ada manusia yang dirugikan. Akibatnya kita bisa sabar |
|
Pekerjaanmu masih banyak, sebentar dulu aja selesaikan dulu pekerjaanmu. Kemudian solat bisa tertinggal atau bahkan tidak solat. Akibatnya pahala berkurang atau bahkan dosa | Allah sedang memanggil agar aku menghadapnya. Kitapun segera solat dengan penuh kesadaran. Lalu kita mendapatkan pahala |
|
Itu kebiasaan dia, dia susah karena dia malas bekerja. Akibatnya kita menjadi orang kikir jauh dari dermawan | Allah sedang mengantarkan pahala kepadaku. Akibatnya kita ikhlas bersodakoh |
|
Dia kurang ajar, sudah keterlaluan kan sabar itu ada batasnya. Akibatnya kita segera marah | Biarkan dia berlaku seperti itu, kita harus tetap sabar, kan Allah mencintai orang sabar, sabar surga balasannya. Akibatnya kita dengan mudah berlaku sabar karena kita lihat cintanya Alah. Bukan kurang ajarnya orang itu. |
Kekuatan Alqur’an itu sangat dahsyat sebagaimana penegasan sang maha pencipta “ ….Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-2 dapat diguncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara,(itulah Al Qur’an) ……….”
Sementara kemampuan setan hanya satu yaitu “MENGHASUT” dia hanya punya satu jurus, sangat tidak sebanding dengan kekuatan Al Qur’an yang sangat dahsyat.
Tapi mengapa kita sering kalah oleh hasutan setan padahal kita punya Al Qur’an…?
Karena selama ini kita tidak bisa melihat musuh kita (setan) akibat persepsi kita tentang setan keliru. Selama ini kita mempersepsikan setan sebagai mahluk halus yang tidak bisa dilihat. Padahal setan berkeliaran disekitar kita yang bisa dilihat dengan sangat nyata bahkan setan ada dalam diri kita yang dapat secara nyata pula dirasakan oleh kita.
Setan selalu menghalangi agar persepsi/sudut pandang qur’ani tidak kita gunakan dalam memandang setiap kejadian/peristiwa. Dengan demikian tujuan Dunia Bahagia dan Akhirst Surga sulit kita raih.
Subhanallah Allah memang telah berfirman “….. setan itu musuh yang nyata bagimu…..”.
Semoga kita dapat dengan mudah mengalahkan setan
Salam
Oleh: Efsi
Sumber : Mutiara Tauhid – materi tafakuran

0 komentar:
Posting Komentar