Bismillahirrahmanirrahiim
Semoga rahmat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya serta para sahabat-sahabatnya,,,, dan kita selaku umatnya semoga mendapatkan Rahmat Alloh SWT dan syafa’at Rosul Muhammad di yaumil akhir nanti,,, Amin,,,Sahabatku orang yang shaleh,,,, aku adalah seorang pendosa, mungkin aku orang yang jijik dimatamu,, orang yang nista dalam pandanganmu,, orang yang hina dalam ingatanmu,,,, tidak bisa dipungkiri karena aku adalah orang yang menyia-nyiakan salat, orang yang tidak berpuasa dikala itu dilakukan olehmu, orang yang tidak berzakat seperti halnya engkau selalu membersihkan hartamu, dan tidak berhaji dikala engkau merindukan untuk segera mendapatkan panggilan Illahi,,, bahkan aku adalah seorang yang bermaksiat,,, seorang yang merengut kehormatan seseorang,, (pezina) atau aku adalah orang keras yang aku gunakan kekuatanku untuk mengambil hakmu dengan jalan paksa lalu aku memakannya,, atau aku adalah salah seorang yang selalu mengganggumu dalam ketidak sadaranku,,, (pemaabuk) atau mungkin aku adalah salah seorang yang mengambil orang yang engkau kasihi,, (pembunuh)
Sahabatku orang shaleh,, pernahkah engkau tanya kepadaku mengapa aku berbuat demikian,,,?? Ataukah engkau mengetahui mengapa aku seperti itu,,,??
Sahabatku orang yang shaleh,,, sekiranya engkau tanyakan hal itu kepadaku,,, maka aku akan jawab “Dalam hati kecilku,,, akupun tidak ingin melakukan hal itu, aku ingin seperti dirimu yang hidup penuh dengan kemuliaan, yang hidup dekat dengan kebajikan,” apabila engkau tidak percaya kepadaku,, maka tanyakanlah hal itu kepada seorang pendosa yang lainnya, maka engkau akan dapati jawaban yang sama seperti halnya dariku menjawab pertanyaanmu.
Sahabatku orang yang shaleh,, engkau begitu membenciku, engkau selalu membicarakan kesalahan-kesalahanku, yang dengannya aku sangat bersedih,,, mengapa engkau berbuat demikian,,??? Kau picingkan matamu dikala melihatku,, mendekatiku pun kau enggan,, padahal aku ingin mengetahui apa yang Alloh berikan kepadamu sehingga engkau dijuluki “Orang yang Shaleh”. Apakah engkau tidak mau bersahabat denganku “Seorang Pendosa”.. aku selalu melihatmu begitu akrab dengan golonganmu “Orang Shaleh” engkau saling memberikan rahmat (berkasih sayang) sehingga keimananmu semakin kuat, apakah ini islam yang berjuluk Rahmatan Lil’alamiin (Rahmat bagi seluruh alam),, tapi aku tidak melihat itu,,, aku hanya melihat Islam Rahmatan lilmuslimin (Rahmat bagi yang muslim) di matamu,, atau rahmatan lil’mukminin (Rahmat bagi yang mukmin/orang shaleh) di dirimu,,, apakah aku bukan bagian yang berhak engkau berikan kasih sayang???
Sahabatku orang yang shaleh,,, pernahkah engkau membaca:
Hadist riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: “Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga”. (Shahih Muslim No.4781)
Wahai sahabatku orang yang shaleh,,, masih ada waktu, masih ada usia, dan dunia masih berputar, nafaspun masih menghela,,, dan takdir masih berlaku,, hari ini aku seorang pendosa,, dan engkau seorang yang shaleh,,, aku bertanya kepadamu... apakah akan berlaku bagimu ketetapan engkau wafat dalam keadaan seperti saat ini (Shaleh)??? Ataukah seperti halnya rosul bersabda bahwa ada orang yang shaleh yang akan wafat dalam keadaan melakukan perbuatan ahli neraka??? Berlindunglah kepada Alloh barangkali engkau termasuk orang didalamnya, Naudzubillah,,
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Pernah Adam dan Musa saling berdebat. Kata Musa: Wahai Adam, kamu adalah nenek moyang kami, kamu telah mengecewakan harapan kami dan mengeluarkan kami dari surga. Adam menjawab: Kamu Musa, Allah telah memilihmu untuk diajak berbicara dengan kalam-Nya dan Allah telah menuliskan untukmu dengan tangan-Nya. Apakah kamu akan menyalahkan aku karena suatu perkara yang telah Allah tentukan empat puluh tahun sebelum Dia menciptakan aku? Nabi saw. bersabda: Akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa, akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa. (Shahih Muslim No.4793)
Wahai sahabatku orang yang shaleh,,,! Apa engkau akan menyalahkanku seperti Musa menyalahkan Adam????
Wahai sahabatku orang yang shaleh,, apakah amalanmu layak untuk mendapatkan syurgaNya?? Benarkah engkau telah ikhlas dalam ber’amal ataukah engkau beramal karena mengharapkan makhluk beserta pujiannya?? Aku melihat engkau demikian,, engkau beramal karena mengharapkan Syurga bukan mengharapkan Ridho Alloh,,, orang yang Ikhlas dia tidak berharap syurga karena ia adalah makhluk Alloh,, lantas jika demikian apakah keshalehanmu merupakan gelar yang diberikan oleh Alloh Azza wa jalla?? Ataukah pemberian makhluk lain sepertimu???
Sahabatku orang yang shaleh,, pernahkah engkau mendengar kisah ini????
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra : Bahwa Nabi saw. bersabda: Di antara umat sebelum kamu sekalian terdapat seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya tentang penduduk bumi yang paling berilmu, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang pendeta. Dia pun mendatangi pendeta tersebut dan mengatakan, bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah tobatnya akan diterima? Pendeta itu menjawab: Tidak! Lalu dibunuhnyalah pendeta itu sehingga melengkapi seratus pembunuhan. Kemudian dia bertanya lagi tentang penduduk bumi yang paling berilmu lalu ditunjukkan kepada seorang alim yang segera dikatakan kepadanya bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, apakah tobatnya akan diterima? Orang alim itu menjawab: Ya, dan siapakah yang dapat menghalangi tobat seseorang! Pergilah ke negeri Anu dan Anu karena di sana terdapat kaum yang selalu beribadah kepada Allah lalu sembahlah Allah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu karena negerimu itu negeri yang penuh dengan kejahatan! Orang itu pun lalu berangkat, sampai ketika ia telah mencapai setengah perjalanan datanglah maut menjemputnya. Berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab mengenainya. Malaikat rahmat berkata: Dia datang dalam keadaan bertobat dan menghadap sepenuh hati kepada Allah. Malaikat azab berkata: Dia belum pernah melakukan satu perbuatan baik pun. Lalu datanglah seorang malaikat yang menjelma sebagai manusia menghampiri mereka yang segera mereka angkat sebagai penengah. Ia berkata: Ukurlah jarak antara dua negeri itu, ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia menjadi miliknya. Lalu mereka pun mengukurnya dan mendapatkan orang itu lebih dekat ke negeri yang akan dituju sehingga diambillah ia oleh malaikat rahmat. (Shahih Muslim No.4967)
Ataukah sahabat pernah mendengar kisah ini:
Seorang perempuan pezina dari bani israil yang meresahkan warganya karena ia menggoda para suami di kampungnya,,, dia berzina dengan siapa saja yang mau membayarnya,,, hingga ia diusir dari kampung halamannya,, berjalan ia di padang pasir yang gersang dan jauh dari perkampungan sampai ia merasa sudah tidak kuat lagi karena kehausan,, berjalanlah ia mencari sumber air yang ada setelah ia berjalan sejauh mata melihat baru ia menemukan sumur tua yang telah mengering,, tidak dilihatnya air melainkah hanya sedikit,, turun lah ia ke sumur itu dan di ambilah air itu dengan sepatunya, ketika hendak diminum,, ia melihat seekor anjing yang kehausan menjulurkan lidahnya,, dalam tatapan mata anjing itu terlihat ia begitu kehausan,, pezina itu mengurungkan niatnya untuk meminum, lalu ia naik ke atas dan diberikanlah air minum itu untuk seekor anjing,,,, lalu ia wafat dan dimasukan ke dalam syurga,,,,, mungkin inilah makna dari hadist Rosulullloh “Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah Ta'ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar). (HR. Muslim)”
Sahabatku orang yang shaleh,,, begitulah berlakunya takdir dan rahmat Alloh,, kasih sayang Nya tidak melihat dia Pendosa atau ‘alim,,, “Alloh memuliakan siapa yang dikehendakinya dan menghinakan siapa yang dikehendakinya” ia (seorang perempuan bani israil) berkasih sayang dengan makhluk lalu Alloh memuliakannya,,, namun engkau seorang yang shaleh (umat Rosul Muhammad) mencela aku dan menghinakannya,,, apakah aku lebih hina dari anjing semasa bani israil?? Jangan begitu sahabatku,,,, aku butuh teman, teman sepertimu,, aku akui dalam perbuatan ku,, engkau ingatkan aku, tapi engkau berharap aku berubah,,,, bukankah tugas mu hanya mengingatkan???? Ataukah hakmu memberikan hidayah sehingga aku berubah??? Janganlah engkau berlebihan melebihi tugas Rosul Muhammad,,, bukankah iapun diciptakan hanya untuk menyampaikan kebenaran,,, bukan untuk memberikan kebenaran karena memberikan Hidayah hanyalah milik Alloh,,, Dialah yang memberikan Hidayah kepada siapa saja yang dikehendakinya,,,,, Jikalau sekiranya Rosululloh diberikan hak untuk memberikan hidayah,,, maka seluruh dunia manusia akan hidup sebagai orang yang shaleh,,,
Sahabatku orang yang shaleh,,, janganlah engkau bangga dengan keshalehanmu,,, dan kau merasa lebih tinggi dan mulia daripada seorang pendosa,,, karena bisa jadi seorang pezina dimata Alloh lebih mulia daripada engkau saat ini. Bisa jadi seorang pembunuh lebih dicintai Alloh daripada kemuliaanmu saat ini.... bukankah akhir itu lebih utama daripada permulaan,,,? Dan akhir itu lebih utama daripada permulaan...
Sahabatku orang yang shaleh aku mengatakan ini tidak lain merupakan peringatan bagimu,,, agar berhati-hati dengan sikapmu,, sungguh engkau telah berada pada jalan yang benar,, dan agar selalu berhati-hati jangan sampai kematian mendatangimu dalam keadaan engkau bermaksiat yang menjadikan amalanmu pupus bak debu ditangan yang diterpa angin kencang yang tidak berbekas sedikitpun,,,
Dan bagi sahabatku seorang pendosa lainnya,,, Sungguh Alloh tidak melihatmu saat ini,, Alloh melihatmu diakhirmu,, jangan engkau berputus asa dari rahmat Alloh,,, masih ada ampunan,,, masih ada harapan,,, masih ada kasih sayang,,, bukankah Alloh berfirman :
1. Orang yang belas kasihan akan dikasihi Arrahman (Yang Maha Pengasih), karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasih-sayangi mereka yang di langit. (HR. Bukhari)
2. Allah Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "RahmatKu mendahului murkaKu." (HR. Muslim)
3. Tiada dicabut rahmat kecuali dari (hati) seorang pendurhaka. (HR. Abu Dawud)
4. Barangsiapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi Allah. (HR. Bukhari)
5. Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan. (HR. Ath-Thabrani)
6. Pengampunan Allah lebih besar dari dosamu. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
7. Allah Azza Wajalla merahasiakan dosa hambanya di dunia dan merahasiakannya pula di akhirat. (HR. Muslim).
8. Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah Ta'ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar). (HR. Muslim)
Mari sahabatku,,,, masih ada usia,,,, mungkin ini detik terakhir engkau menghela nafas,, maka berbuat baiklah,,, jauhi dosa,,, mendekatlah kepada Robb yang maha Pengasih lagi maha Penyayang bertaubatlah,,, tinggalkan perzinahan, jauhi harta haram,, janganlah engkau menyakiti tapi maafkanlah,,, dan berdo’alah “Yaa Rabb,, Engkaulah Dzat yang maha kuasa, engkaulah yang memiliki kemuliaan, maka aku mohonkan dalam kehinaan hamba dimata makhlukmu, muliakanlah hamba dimataMu. Ya Rabb,, aku seorang pendosa,, bukankah Engkau maha Pengampun??? Dan Kaupun berfirman : ”Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula.” Maka ampunilah dosa ku dan dosa para pendosa,,, rahmatillah kami dengan kemuliaanMu,,, angkatlah derajat kami disisiMu,,, Yaa Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya & sebaik-baik amalku adalah pada ujung akhirnya, & sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. Ya Alloh,,,, dan bagi sahabatku orang yang shaleh,,, tetapkanlah keimanan mereka dan janganlah Engkau wafatkan mereka melaikan tetap dalam keadaan Sholeh,,
Sahabatku,,,, semoga kita dipertemukan di Akhirat nanti dalam keadaan yang baik,,, dalam keadaan berkasih sayang bukan dalam keadaan menjatuhkan.... Amiin ya Robbal’alamiin
Segala puji bagi Alloh Pengatur seluruh alam
source : http://sayange.blogspot.co.id/2012/01/kritik-seorang-pendosa-kepada-orang.html

0 komentar:
Posting Komentar