Kamis, 31 Desember 2015

MUDHARAT MERAYAKAN TAHUN BARU

MUDHARAT MERAYAKAN TAHUN BARU

Tulisan ini merupakan Tausyiah dri Alm. Habib Munzir rahimahumullah.

Untuk mencegah dari perbuatan mudharat dan kemaksiatan, perayaan malam tahun baru menurut Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Munzir bin Fuad Al Musawa lebih baik dihindari.

Pada malam tahun baru biasanya akan banyak panggung-panggung hiburan, ribuan manusia berjingkrak ria, berjoget bahkan kebanyakan dari mereka hingga mabuk-mabukkan untuk merayakan malam pergantian tahun tersebut.

"Hindarkanlah dirimu, anak-anakmu, keluargamu, tetanggamu, teman-temanmu, dari merayakan malam itu, hindarkan terompet-terompet tahun baru dari anak-anakmu, terompet itu ditiup oleh bibir-bibir muslimin, sebagai tanda kemenangan bagi kaum kuffar," .

Dengan merayakan malam tahun baru menurut Habib Munzir menandakan anak-anak muslimin telah dibawah injakan kaki orang kuffar karena mereka turut memeriahkan perayaan orang-orang yang bukan agamanya.
 
Inilah mudharat merayakan tahun baru.

1. Menyerupai kaum kuffar.
Nabi shollallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka." (HR Abu Dawud).
Hadits ini menunjukkan bahwa menyerupai kaum kuffar adalah haram, bahkan bisa sampai tingkat kekafiran bila disertai dengan keridlaan terhadap syi'ar mereka.

2. Berbuat maksiat.
Dengan bercampur baurnya antara laki-laki dan wanita di jalan-jalan dan di tempat tempat hiburan, sehingga menjerumuskan kepada zina dan maksiat lainnya.

3. Menghabiskan waktu sia-sia.
Waktu kelak akan dipertanyakan oleh ALLAH, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Diantara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat." (HR At Tirmidzi).

4. Menghamburkan uang sia-sia.
Dengan membeli petasan kembang api yang harganya bisa jutaan rupiah, terompet dan lainnya. Semua itu termasuk mubadzir, dan orang-orang mubadzir adalah teman-teman syaithan.

NB : kalau tahun baru di rayakan dengan membaca Al-Qur'an bersama, mengaji bersama, berdzikir brsama. Ini tidak ada msalah. Untuk itu lah di malam pergantian tahun ini, kita boleh pilih, merayakan tahun baru dengan jalan-jalan, berpora-pora ria, atau berdzikir brsama, baca Qur'an bersama, mengaji bersama, atau pun betafakkur (mengingat apa2 saja dosa yg sudah dibuat sepanjang tahun ini). Kalau seperti itu bisalah kita di tahun yang baru, menjadi insan yang lebih baik lagi. Tergantung anda mau pilih yg manea? Kalau jalan-jalan, berpesta pora, main bunga api dan lain sbagainya, haaa berarti kita dah sama dengan macam orang-orang kuffar (kafir) itu dan dengan kita merayakan tahun baru seperti itu, kita ini berarti sudah dibawah injakan kaum-kaum kuffar. Dan mereka akan bertepuk tangan atas kejayaan (kemenangan) mreka, karena anak-anak Muslimin ikut turut serta meramaikan perayaan mereka. Kalau begitu anda mau pilih yg mana ?

0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template